Agustus 18, 2010

Tawazun

Pernah liat neraca kan? Pasti pernah! Kalo gak pernah, liat aja timbangan! Apa? Gak pernah juga? Oh, poor... *plak*
Baiklah, postingan kali ini tentang TAWAZUN! Tawazun artinya penyeimbangan. Nah, ngerti kan hubungannya dengan neraca? Gak ngerti juga?! Kasihan... Wah, ada piring terbang!
Tawazun dapat pula diartikan sebagai keseimbangan antara jasmani dan rohani. Oke? Ngerti? Klik untuk lanjut! X3

Baiklah, anak-anak! Dengarkan Yuki-sensei yaa~~ Oke? Sekarang berdiri, angkat tangan, angkat kaki, nyengir psikopat, goyangkan badan, dan teriak ala orang kesasar di hutan... Waow, ada piring terbang lagi.

Ehm, ehm. Serius!

Tawazun artinya penyeimbangan, pelurusan, pertengahan. Dengan kata lain, artinya adalah memberikan sesuatu sesuai haknya, tanpa ada penambahan dan pengurangan. Ingat ya, Allah sudah menciptakan seluruh alam ini dalam keadaan seimbang. Jadinya wajar kalau kita kudu menjaga keseimbangan (?).

Manusia dan agama Islam kedua-duanya merupakan ciptaan Allah yang sesuai dengan fitrah Allah. Mustahil Allah menciptakan agama Islam untuk manusia yang tidak sesui. Artinya manusia itu diciptakan sesuai dengan fitrah Allah yaitu memiliki naluri beragama (agama tauhid; Al-Islam) dan Allah menghendaki manusia untuk tetap dalam fitrah itu. Dan kalo ada yang tidak beragama tauhid, itu hanyalah karena pengaruh lingkungan seperti karena orang tua, dsb.

Sesuai dengan fitrah Allah, manusia memiliki 3 potensi yang harus dijaga keseimbangannya, yaitu;

  • Al Jasad (Jasmani)
Jasmani. Tahu kan jasmani? Yup, jasmani itu fisik. Jasmani merupakan amanah dari Allah, bahkan beribadah pun memerlukan fisik yang kuat. Oleh karena itu, jasmani harus kita jaga walau saya suka main hujan-hujanan.  Kebutuhannya adalah makanan halalan thayyiban, beristirahat, kebutuhan biologis, dan hal hal lain yang dapat menjadikan jasmani kuat. Kebayang kan gimana kalo jasmani gak sembang? Kita bakal sakit dan gak bisa mengerjakan apapun yang kita mau.
  • Al Aql (akal)
Akal adalah pembeda utama antara manusia dengan hewan. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia daripada makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal, manusia mampu mengenal hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek, membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang sudah diperuntukkan Allah bagi manusia. Kebutuhan dari akal adalah ilmu. Nah, kalo akal gak seimbang, pasti kita gak ada beda dengan hewan!
  • Ar Ruh (rohani)
Kebutuhan rohani adalah dzikrullah. Pemenuhan kebutuhan rohani sangat penting agar ruh tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah yang dilimpahkan kepadanya.

Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan nikmat Allah karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala umat, ketawazunan akan menempatkan umat Islam menjadi umat pertengahan /ummatan wasathon.

Ada contoh sederhana tentang orang yang gak tawazun:
  • Jasmani sehat, akalnya sehat, dan rohani gak sehat. Bayangkan! Seseorang yang sehat secara fisik, cerdas, tetapi rohaninya kotor. Contohnya kayak kriminal (tapi saya suka chara anime yang rada jahat gitu~~ :3)
  • Jasmani sehat, rohani sehat, dan akal gak sehat. Maksudnya, seseorang yang sehat, takwa, tetapi bego! Kebayang kan?
  • Rohani sehat, Akal sehat, tetapi jasmani gak sehat. Maksudnya seseorang yang cerdas, takwa, tapi sakit-sakitan begitu~~
Emang sulit sih mencapai tawazun. Dan kayaknya saya termasuk yang pertama deh *ngaku*. Dan ini contoh spesies (?) manusia yang gak tawazun:
  • Atheis = manusia yang tidak mengakui Allah, hanya bersandar kepada akal dan panca indra
  • Materialis = manusia yang hanya mementingkan masalah jasmani atau materi saja.
  • Pantheis = manusia yang bersandar pada hati batinnya saja.
Demi menyeimbangkan dirinya, maka manusia tersebut termasuk sebagai hamba yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Dialah yang disebut manusia seutuhnya (Lha? Saya belum dong?)

Kebahagiaan itu dapat berupa:
  • Kebahagiaan batin/jiwa, dalam bentuk ketenangan jiwa.
  • Kebahagiaan zhahir/gerak, dalam bentuk kestabilan, ketenangan beribadah, bekerja, dan aktivtas lainnya.
Oke, ada sebuah cerita tentang orang yang gak dapet kebahagiaan jiwa:

CO (Bukan karbon monoksida! Tapi inisial) adalah seorang putri milyuner terkenal dari Yunani. Singkat cerita, CO ini telah menikah dengan seorang lelaki Amerika ketika ayahnya masih hidup. Mereka hidup sebagai suami istri selama beberapa bulan, kemudian bercerai. Suatu ketika, ayahnya CO meninggal dunia, dan CO mewarisi seluruh harta ayahnya. Tak lama kemudian, CO menikah lagi dengan seorang lelaki Yunani. Ia berumah tangga selama beberapa bulan, kemudian bercerai. Kemudian dia menikah dengan lelaki Rusia selama beberapa tahun, dan bercerai lagi. "Aku adalah wanita terkaya di dunia, tetapi aku adalah wanita paling sengsara di dunia,"

Dan ini contoh cerita lagi tentang orang yang ingin membeli kebahagiaan:

Suatu hari, ada seorang lelaki yang ingin sekali memiliki uang berjumlah sejuta poundsterling meskipun ia harus mengidap suatu penyakit. Dia ingin menggunakan uang tersebut untuk mengobati penyakitnya dan sisanya digunakan untuk membeli kebahagiaan. Tak lama kemudian impiannya menjadi kenyataan. Dia mendapatkan uang tersebut, tetapi dia mendadak terkena kanker hati. Maka uang yang dia miliki habis untuk berobat, tetapi penyakit yang dia derita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dia meninggal dengan membawa penyesalan yang dalam.

Kebahagiaan tak bisa dibeli dengan materi, tetapi dapat diusahakan dengan tindakan. :)

Thanks for reading! Mind to comments? :3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What do you think? Comment please! :3